
loading…
kebiasaan marah-marah tak hanya merusak mental, tetapi juga bisa melemahkan daya tahan tubuh. Foto: The mind veda
Hal itu diungkap oleh dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata.
Lewat unggahan di akun X @AdamPrabata, ia menjelaskan bahwa kemarahan dalam jangka pendek memang bisa memicu peningkatan sejumlah zat yang berperan dalam proses peradangan tubuh, seperti IL-6, TNF-α, dan C-reactive protein.
Baca Juga : Ingat! Pemarah Berisiko Tinggi Alami Masalah Jantung Fatal
Menurutnya, respons itu sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mempersiapkan sistem imun menghadapi ancaman tertentu.
“Marah dalam jangka pendek, memang bisa meningkatkan zat yang berperan dalam peradangan seperti IL-6, TNF-α, dan C-reactive protein. Nah tapi itu justru mempersiapkan sistem imun kita dan sebenernya bisa protektif,” tulis Adam.
Namun, kondisi ini berbeda terjadi ketika seseorang terus-menerus marah dalam jangka panjang atau tidak mampu mengendalikan emosinya. Kemarahan kronis justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.