Bukan Sekadar Tempat Liburan, Tanjung Lesung Punya Potensi Jadi Sanctuary



loading…

Tren perjalanan wisata terus berubah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang yang menawarkan ketenangan, kenyamanan, dan kedekatan dengan alam. Foto/ist

JAKARTA – Tren perjalanan wisata terus berubah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang yang menawarkan ketenangan, kenyamanan, dan kedekatan dengan alam. Di tengah ketidakpastian global, destinasi tidak lagi hanya dilihat sebagai tempat berlibur, tetapi juga sebagai ruang pemulihan atau sanctuary.

Konsep sanctuary dalam pariwisata merujuk pada tempat yang mampu menghadirkan rasa aman, tenang, serta terhubung dengan lingkungan sekitar. Destinasi seperti ini semakin dicari, terutama oleh wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari tekanan kehidupan perkotaan.

Chairman of PATA (Pacific Asia Travel Association) Indonesia Chapter, Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono, menilai Indonesia memiliki banyak kawasan dengan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sanctuary. Salah satunya adalah Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten.

Tanjung Lesung dikenal sebagai kawasan wisata terintegrasi seluas 1.500 hektare yang menawarkan berbagai pengalaman wisata. Kawasan ini memiliki aktivitas wisata air, darat, udara, hingga budaya, serta berada tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Menurut SD Darmono, cara pandang terhadap pembangunan kini mengalami perubahan. Jika pada masa lalu pembangunan banyak bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, maka saat ini keberhasilan justru semakin ditentukan oleh kemampuan menjaga dan memulihkan lingkungan.

“Kalau model pembangunan abad ke-20 sebagian besar didorong dengan pemanfaatan sumber daya (alam), model pembangunan abad ke-21 ditentukan oleh kemampuan kita melakukan restorasi, termasuk restorasi lingkungan,” kata SD Darmono, di Jakarta, baru-baru ini.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *