
loading…
AS kembali menolong Israel mempertahankan diri dari rudal-rudal balistik yang ditembakkan Iran pada Minggu malam dan Senin pagi. Foto/Screenshot video Al Jazeera
Penilaian awal masih berlangsung, tetapi para pejabat Amerika yang berbicara dengan syarat anonim kepada Al Arabiya English, Selasa (9/6/2026), mengatakan bahwa pasukan AS diyakni berhasil mencegat beberapa rudal balistik selama serangan tersebut.
Baca Juga: Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Akan Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Menurut mereka, baik aset militer AS berbasis darat maupun laut terlibat dalam operasi menolong Israel, yang menggarisbawahi komitmen Washington yang berkelanjutan untuk membantu melindungi rezim Zionis dari ancaman regional.
Ratusan anggota militer AS saat ini ditempatkan di Israel. Beberapa merupakan bagian dari mekanisme multinasional yang dibentuk untuk memantau gencatan senjata Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, sementara yang lain mendukung operasi pertahanan udara dan rudal.
Para pejabat militer dan pakar masih menilai efektivitas kontribusi AS dalam operasi terbaru ini. Militer Israel mengatakan Iran meluncurkan sekitar 30 rudal balistik selama serangan tersebut, sementara kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menembakkan dua rudal tambahan ke arah Israel.
Operasi terbaru ini menandai contoh lain keterlibatan langsung militer AS dalam membantu mempertahankan Israel dari serangan rudal dan drone Iran selama dua tahun terakhir.
Pada April 2024, pasukan AS memainkan peran utama dalam membantu mencegat lebih dari 300 rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke Israel dalam serangan langsung pertama Teheran di wilayah Israel. Pesawat tempur Amerika, kapal Angkatan Laut, dan sistem pertahanan udara dikerahkan bersama pasukan Israel dan sekutu untuk menembak jatuh sebagian besar proyektil yang datang sebelum mencapai targetnya.