
loading…
Serangan balasan ke Kuwait dan Bahrain harus jadi pelajaran bagi AS. Foto/X/@hehe_samir
“Larut malam kemarin, militer AS yang agresif menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz dengan proyektil udara, menyebabkan kerusakan pada ruang mesin kapal tanker,” demikian keterangan IRGC, dilansir Al Jazeera.
“Sebagai tanggapan atas tindakan agresi ini dan pelanggaran peraturan yang mengatur Selat Hormuz, sebuah kapal milik musuh Amerika-Zionis, bernama Panaya, menjadi sasaran rudal yang diluncurkan oleh Angkatan Laut IRGC.”
Dikatakan bahwa militer AS kemudian menargetkan menara komunikasi IRGC di Pulau Qeshm.
“Sebagai tanggapan, Angkatan Udara IRGC melakukan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan udara dan helikopter mereka yang terletak di salah satu negara di kawasan itu, serta terhadap markas besar Armada Kelima AS,” tambah pernyataan itu.