Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut



loading…

Australia dan sekutunya kembangkan drone bawah laut. Foto/X/@visegrad24

SINGAPURA – Proyek AUKUS yang baru diumumkan untuk mengembangkan kendaraan bawah laut tak berawak canggih menandai langkah maju yang besar bagi pakta keamanan trilateral. Demikian diungkapkan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles.

Menggambarkan inisiatif ini sebagai tonggak penting dalam kerja sama pertahanan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat, Marles mengatakan inisiatif ini menunjukkan bahwa AUKUS bergerak melampaui perencanaan dan menuju implementasi kemampuan militer yang nyata.

“Ini adalah pertama kalinya kami berkomitmen pada proyek unggulan antara ketiga negara kami, yang didukung oleh dana nyata dengan jangka waktu yang jelas,” katanya kepada CNA di sela-sela Dialog Shangri-La di Singapura.

Di bawah program yang diumumkan pada hari Sabtu, ketiga negara tersebut akan bersama-sama mengembangkan muatan canggih untuk kendaraan bawah laut tak berawak, dengan pengiriman yang diharapkan dimulai pada tahun 2027.

Kemampuan ini akan meningkatkan pengintaian, operasi serangan, penanggulangan ranjau, peperangan anti-kapal selam, dan peperangan elektronik, sekaligus meningkatkan operasi di lingkungan maritim yang diperebutkan, kata pernyataan bersama AUKUS.

Proyek ini termasuk dalam apa yang disebut “Pilar Dua” AUKUS, yang berfokus pada teknologi pertahanan canggih termasuk kecerdasan buatan, komputasi kuantum, kemampuan siber, hipersonik, dan sistem bawah laut.

Pengumuman ini disampaikan saat 17 negara, termasuk Australia, meluncurkan kerangka kerja baru di Dialog Shangri-La untuk memperkuat kerja sama dalam melindungi infrastruktur bawah laut yang penting seperti kabel telekomunikasi dan pipa energi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *