
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang mengandalkan layanan pengiriman fleksibel untuk mendukung operasional bisnis mereka tanpa harus berinvestasi pada armada sendiri. Melalui layanan pengiriman jarak jauh, Lalamove hadir sebagai solusi logistik yang membantu bisnis meningkatkan efisiensi biaya operasional, mulai dari penghematan biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga pengelolaan armada internal.
“Pertumbuhan pengiriman jarak jauh menunjukkan bahwa kebutuhan logistik kini semakin berkembang, tidak hanya untuk pengiriman instan dalam kota, tetapi juga untuk mendukung distribusi antar-wilayah dengan lebih efisien. Lalamove ingin terus menjadi mitra logistik yang dapat membantu pelaku usaha berkembang melalui solusi pengiriman yang fleksibel dan mudah diakses,” ujar Andito B. Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia.
Data internal Lalamove menyatakan bahwa mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang jarak 50–80 kilometer dengan kontribusi sebesar 78% dari total pengiriman. Sementara itu, pengiriman dengan jarak 80–100 kilometer menyumbang 9%, dan pengiriman di atas 100 kilometer mencapai 13%.
Berdasarkan data tersebut, rute pengiriman yang paling banyak digunakan meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas pengiriman pada rute tersebut mencerminkan kebutuhan distribusi yang semakin dinamis di kawasan penyangga dan pusat ekonomi. Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan distribusi cepat di kawasan penyangga kota besar yang didorong pertumbuhan aktivitas perdagangan dan UMKM.