Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga



loading…

MBG dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki struktur ekonomi keluarga rentan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki struktur ekonomi keluarga rentan di Indonesia. Program ini disebut mampu mengurangi beban pengeluaran pangan sekaligus menekan risiko stunting secara berkelanjutan.

“Masalah stunting di Indonesia layaknya fenomena gunung es yang memiliki akar multidimensional mulai dari asupan makan, ekonomi keluarga, hingga buruknya sanitasi,” ujar Ahli Gizi IPB Lesda Lybaws seperti dikutip, Jumat (29/5/2026).

Lesda menilai MBG merupakan investasi jangka panjang yang langsung menyasar akar persoalan. Program ini kini tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga diperluas ke kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, guna mengoptimalkan periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Ia menjelaskan, pendekatan komprehensif tersebut membuat MBG mampu memutus rantai masalah gizi yang selama ini berkelindan dengan kemiskinan dan keterbatasan akses pangan bergizi. Dengan intervensi langsung pada konsumsi harian, kualitas kesehatan anak diharapkan meningkat signifikan.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Tri Nuryanti mengungkapkan masih terdapat 81 kabupaten/kota yang masuk kategori rentan rawan pangan. Di wilayah tersebut, keluarga prasejahtera bahkan mengalokasikan hingga 65% pendapatan untuk kebutuhan pangan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *