
loading…
Ferrari Luce. FOTO/ Autovolutions
Menurut laporan CNBC, Winkelmann mengatakan keputusan Lamborghini untuk menghentikan pengembangan model EV Lanzador dan fokus pada teknologi plug-in hybrid (PHEV) adalah “langkah yang tepat” bagi perusahaan.
Ia menjelaskan bahwa Lamborghini melihat permintaan pelanggan untuk EV sepenuhnya masih belum cukup kuat, terutama di segmen supercar mewah berperforma tinggi.
“Melihat situasi pasar, kami menemukan bahwa penerimaan pelanggan terhadap EV untuk kategori pelanggan kami belum meningkat seperti yang diharapkan. Itulah mengapa kami memilih untuk beralih dari EV sepenuhnya ke plug-in hybrid,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Ferrari memperkenalkan Ferrari Luce, EV pertama merek Italia tersebut, yang memicu berbagai reaksi negatif dari penggemar dan investor.
Saham Ferrari dilaporkan turun sekitar 8 persen di Milan dan 5,3 persen di New York setelah peluncuran model tersebut.