PM Israel Netanyahu Jadi Kartu Liar dalam Negosiasi Perdamaian AS-Iran



loading…

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu

TEL AVIV – Lorenzo Kamel, profesor sejarah di Universitas Turin di Italia, mengatakan agar perjanjian perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran berhasil, Washington harus “mengendalikan” Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Pernyataan itu muncul seiring aksi Israel yang menggencarkan serangan di Lebanon.

“Meskipun kita telah melihat otoritas Israel mencoba meningkatkan eskalasi di Lebanon untuk melemahkan kesepakatan apa pun antara Trump dan otoritas Iran, masalah utamanya, seperti biasa, adalah Netanyahu,” kata Kamel.

Dia menjelaskan, “Netanyahu perlu berperan sebagai pemimpin masa perang yang sangat diperlukan, setidaknya sampai pemilihan umum Israel. Dia tahu, tanpa eskalasi yang terus-menerus ini, dia akan melemahkan posisinya dan juga oposisi di dalam Israel akan membuatnya kehilangan kekuasaan.”

AS terus membiarkan Israel bertindak tanpa terkendali, dan sampai Trump memerintahkan Netanyahu untuk benar-benar menghentikan tembakan di Lebanon, perjanjian perdamaian Iran-AS akan “tetap sangat goyah,” kata Kamel kepada Al Jazeera.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam pada Senin malam untuk memperluas serangan militer Israel di Lebanon.

Netanyahu mengatakan, “Kami tidak akan mundur — justru sebaliknya. Saya katakan: tekan pedal gas di Lebanon. Kami akan menyerang mereka, kami akan menyerang mereka secara langsung.”

Netanyahu mengakui Hizbullah menggunakan drone serat optik melawan Israel, dengan mengatakan, “Memang benar, mereka meluncurkan drone ke arah kami, drone yang beroperasi dengan teknologi serat optik.” Ia menambahkan, “Kami memiliki tim khusus yang menangani masalah ini.”



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *