Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut



loading…

Foto: Doc. Istimewa

JAKARTA – Dengan catatan kelam lebih dari 408.661 kasus kanker baru dan 242.988 kematian berdasarkan data GLOBOCAN, Indonesia saat ini tengah menghadapi beban berat krisis kesehatan. Tingginya angka mortalitas ini diperparah oleh fakta bahwa mayoritas pasien baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut akibat keterbatasan akses deteksi dini.

Merespons urgensi medis tersebut, Siemens Healthineers bersama MRCCC Siloam Semanggi resmi meluncurkan Symbia Pro.Specta, sebuah teknologi pencitraan molekuler hybrid generasi terbaru. Langkah ini menandai kehadiran sistem SPECT/CT pertama di MRCCC Siloam Semanggi sekaligus menjadi lompatan besar dalam kedokteran nuklir di Indonesia untuk memotong rantai keterlambatan diagnosis.

Onkologi Presisi Guna Memutus Diagnosis Stadium Lanjut
Peluncuran resmi yang digelar dalam The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta ini, memproyeksikan Symbia Pro.Specta sebagai ujung tombak precision medicine. Teknologi ini mampu mengintegrasikan pencitraan fungsional dan anatomi sekaligus, sehingga dokter dapat membaca karakteristik biologis tumor secara mendalam hingga tingkat molekuler.

Kemampuan diagnostik yang presisi ini sangat krusial bagi bidang theranostics (integrasi diagnosis dan terapi), di mana pengobatan dapat dirancang sangat spesifik untuk tiap individu, bukan lagi menggunakan metode general.

“Peluncuran Symbia Pro.Specta menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan precision medicine di Indonesia. Kami percaya perjalanan perawatan setiap pasien harus mencerminkan kebutuhan individu mereka,” ujar Alfred Fahringer, President Director Siemens Healthineers Indonesia.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *