
loading…
Film Suamiku Lukaku. Foto: Dok SinemArt
Tangisan anak kecil terdengar lirih di tengah pertengkaran yang terus berulang setiap malam. Film Suamiku Lukaku menghadirkan potret relasi toxic yang terasa sangat dekat.
Film ini mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga dan relasi yang sering tersembunyi. Rangkaian kegiatan digelar SinemArt melalui psychology talkshow dan public discussion di berbagai daerah Indonesia.
Program goes to campus juga dilakukan untuk membuka percakapan bersama kalangan mahasiswa muda. Selain itu, gerakan #memecahkankesunyian hadir serentak saat Car Free Day di lima kota. Kampanye tersebut mengajak masyarakat lebih berani melihat dan mendengar kekerasan di sekitar mereka.
Executive Producer Suamiku Lukaku, David Suwarto, menyebut film ini membawa pesan kemanusiaan mendalam. Menurutnya, banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan dan merasa benar-benar sendirian setiap hari. Lingkungan sekitar sering memilih diam meski melihat penderitaan korban secara perlahan terus berlangsung.