
loading…
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat konferensi pers Rakornas Pariwisata 2026 di Kementerian Pariwisata, Selasa 20 Mei 2026. Foto: Niko Prayoga
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa langkah strategis itu dilakukan guna mengisi kekosongan para wisatawan mancanegara dari Timur Tengah yang saat ini masih terus diterpa konflik geopolitik global. Tidak hanya itu, hal itu juga dipengaruh oleh perubahan perilaku wisatawan.
“Dinamika geopolitik di Timur Tengah ini tidak dipungkiri dapat berdampak pada jumlah wisatawan mancanegara yang datang dan juga devisa. Sehingga kami di Kementerian Pariwisata harus melakukan prepositioning dan juga melakukan strategi-strategi yang jitu untuk membuka pasar di Asia Tenggara, Timur, dan Oceania meningkatkan jumlah wisatawan untuk mengisi kekosongan yang dari Middle East (Timur Tengah),” kata Widiyanti dalam konferensi pers Rakornas Pariwisata 2026 di Kementerian Pariwisata, Selasa 20 Mei 2026.
Baca Juga : MaiA Resmi Diluncurkan Kemenpar: Era Baru Pariwisata Cerdas di Indonesia Dimulai
Lebih lanjut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menjelaskan, Indonesia harus menjaga capaian devisa pariwisata tertinggi dalam sejarah yang terjadi pada tahun 2025. Ia menerangkan, tahun 2025 menembus angka $18,27 miliar atau setara dengan Rp305,46 triliun. Pencapaian itu dibarengi dengan peningkatan perjalanan wisata sebanyak 17,6 persen dibandingkan tahun 2024 atau sebanyak 1,2 miliar perjalanan.