Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian



loading…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di Minsk, Belarus. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang kerja sama perdagangan dan industri dengan kawasan Eurasia melalui skema Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjajaki potensi industri strategis Belarus guna mendukung kebutuhan nasional di sektor alat berat, kendaraan komersial, hingga modernisasi pertanian.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di Minsk, Belarus, melalui keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus bidang kerja sama perdagangan, ekonomi, dan teknik. Dalam agenda tersebut, Airlangga memenuhi undangan Deputi Perdana Menteri Belarus untuk meninjau sejumlah industri utama bersama Wakil Menteri Industri Belarus Leonid Ryzkovsky.

Perusahaan yang dikunjungi meliputi Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ atau Minsk Automobile Plant, serta BelAZ Holding Management Company. Ketiga perusahaan tersebut dikenal sebagai basis industri manufaktur Belarus yang unggul di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern.

Pada kunjungan ke MTZ, Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung program ketahanan pangan nasional dan pengembangan food estate di Indonesia. MTZ juga menawarkan pelatihan dan transfer teknologi serta menyatakan kesiapan menyesuaikan spesifikasi alat sesuai kebutuhan Indonesia.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *