
loading…
PT Sinar Bintang Jaya Makmur (SBJM) melalui merek CULLENS menghadirkan berbagai produk pendukung industri sawit. FOTO/dok.SindoNews
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$4,69 miliar atau naik 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara volume ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.
Indonesia juga masih mempertahankan posisi sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi CPO nasional sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, tumbuh 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika digabungkan dengan produksi palm kernel oil (PKO), total produksi nasional mencapai 56,55 juta ton.
Pertumbuhan tersebut membuat kebutuhan infrastruktur dan komponen mekanis di pabrik pengolahan sawit ikut meningkat. Mulai dari conveyor chain, sprocket, hingga sistem transmisi menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi operasional pabrik.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 40 Titik Hilirisasi Beroperasi Sepanjang 2026