Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026



loading…

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan nasional secara kumulatif untuk periode Januari hingga Maret 2026 mencatatkan surplus. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan nasional secara kumulatif untuk periode Januari hingga Maret 2026 mencatatkan surplus sebesar USD5,55 miliar. Capaian ini menandai rekor impresif di mana Indonesia telah mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan bahwa surplus besar ini didorong oleh kuatnya performa perdagangan komoditas nonmigas.

“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,55 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD10,63 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD5,08 miliar,” ungkap Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Inflasi April 0,13%, Dipicu Kenaikan Tarif Pesawat dan Bensin

Total nilai ekspor kumulatif pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai USD66,85 miliar, tumbuh 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung dengan kenaikan nilai sebesar 3,96 persen menjadi USD54,98 miliar.

Tiga negara mitra utama yang menjadi tujuan ekspor nonmigas Indonesia meliputi China yakni pasar utama dengan nilai USD16,50 miliar (25,94 persen), didominasi oleh komoditas besi, baja, dan nikel, Amerika Serikat mencapai USD7,29 miliar (11,46 persen), terutama didorong oleh ekspor mesin elektrik, alas kaki, dan pakaian dan India memberikan kontribusi sebesar USD4,50 miliar (7,08 persen).



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *