Mendorong Penguatan Kopdes Merah Putih dengan Brand Kolektif Berbasis Produk Lokal



loading…

Dari target 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih , sekitar 30 ribu bangunan sedang dikerjakan dan 6.300 sudah selesai serta siap beroperasi. Foto/Dok

JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi global yang memicu pelemahan nilai tukar rupiah dan menurunnya daya beli masyarakat, pemerintah terus mempercepat pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai salah satu strategi penguatan ekonomi domestik. Upaya ini diperkuat dengan peluncuran buku berjudul Penguatan Koperasi Merah Putih Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif karya Dewi Tenty Septi Artiany, yang diharapkan menjadi panduan utama dalam pengembangan koperasi desa .

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menyatakan, buku ini akan dijadikan rujukan dalam mempercepat realisasi target ambisius tersebut. “Dari target 80 ribu koperasi, sekitar 30 ribu bangunan sedang dikerjakan dan 6.300 sudah selesai serta siap beroperasi,” ujar Ferry dalam peluncuran buku Penguatan Koperasi Merah Putih Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menkop menambahkan, setiap desa memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar yang mencakup pembangunan fisik, fasilitas gudang, perlengkapan, hingga penguatan sumber daya manusia. Baca Juga: Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Diserbu Pendaftar, 383.830 Orang Incar Posisi Manager

Ferry juga menyoroti konsep merek kolektif yang diusung dalam buku tersebut. Menurutnya, konsep ini dapat menjadi instrumen penting dalam melindungi identitas produk lokal sekaligus membuka peluang pembiayaan.

“Produk UMKM lokal harus masuk ke koperasi desa agar benar-benar menjadi akses ekonomi rakyat,” tegasnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *