Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi



loading…

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said dalam diskusi bertajuk Perang di Timur Tengah: Dampak dan Solusi Hadapi Krisis Energi, di kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, pada Kamis (30/4/2026). Foto/Ist

JAKARTA – Konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian bagi pasokan minyak dunia. Termasukbagi Indonesia, negeri pengimpor lebih dari satu juta barel minyak per hari. Wanti-wanti itu disampaikan oleh mantan Menteri ESDM Sudirman Said dalam diskusi di kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, pada Kamis (30/4/2026).

“Ketidakpastiannya ada di tiga isu, yaitu: harga, ketersediaan suplai, dan jalur logistik,” kata Sudirman.

Baca juga: Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022

Sinyalemen Sudirman itu merujuk pada penilaian dari Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) yang menyebutnya sebagai the largest supply disruption in the history of the global oil market. Oleh karena itu, lanjut dia, ketahanan energi kita pun sangat rentan, terutama karena ketergantungan impor yang tinggi sekali itu.

Sudirman kemudian menjelaskan dampak langsung ketergantungan impor terhadap stabilitas mata uang. Rumusnya adalah, tingginya impor dan kenaikan harga akan menekan kurs rupiah. “Untuk impor, kita harus belanja valas sehari senilai USD100 juta. Itu angka minimalnya,” jelas Sudirman.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *