VPD mulai hadir di Tiggo 7 dan Tiggo 8 pada 2026 untuk Timur Tengah dan Asia Tenggara



loading…

VPD bukan sekadar fitur parkir otomatis, tetapi bagian dari strategi Chery membawa teknologi cerdasnya menjadi standar baru pasar global. Foto: Chery

WUHU – Chery tidak hanya sedang menjual mobil. Mereka sedang menjual teknologi. Itu terlihat di Beijing Auto Show 2026.

Lewat teknologi Valet Parking Driver (VPD), Chery menunjukkan arah baru ekspansinya: masuk ke pasar global bukan hanya lewat harga dan produk, tetapi lewat fitur cerdas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Strateginya jelas. Dari manufaktur, naik kelas menjadi perusahaan teknologi otomotif. Masalah yang dipilih Chery sederhana: parkir. Tapi justru itu yang dekat dengan pengguna.

Survei global 2025 menunjukkan 93 persen pengemudi pernah kesulitan parkir. Bahkan 8 persen mengaku cemas setiap bepergian karena urusan parkir. Chery membaca ini sebagai peluang.

Bukan isu kecil. Tapi pintu masuk teknologi. VPD dibangun dengan arsitektur yang serius. Ada end-to-end large model, neural network, multi-modal dual-redundancy prediction, dan BEV fusion perception.

Ditopang kamera, sensor, serta positioning presisi tinggi. Bahasanya rumit. Tapi fungsinya sederhana: mobil bisa berpikir saat parkir. Bahkan saat situasi berubah. Ada pejalan kaki. Slot mendadak terisi. Ada kendaraan melintas di jalur sempit. Sistem akan menyesuaikan keputusan secara real time.

Chery menyebutnya Dynamic Decision-Making. Ada dua fitur utama. Pertama One-Tap Departure. Pengguna cukup menekan aplikasi. Mobil keluar sendiri dari slot parkir dan datang ke titik penjemputan. Relevan untuk keluarga. Terutama saat membawa anak, orang tua, atau banyak barang.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *