KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri



loading…

Kepala BP BUMN Dony Oskaria. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pemerintah sedang mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek kereta cepat Whoosh yang dinilai membebani kinerja keuangan operator. Skema restrukturisasi tersebut ditargetkan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan guna menjaga keberlanjutan operasional dan finansial proyek strategis nasional itu.

“Kalau dibebankan kepada kereta api saja tentu kereta api tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” ujar Dony Oskaria di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: KCIC Pasang Target Penumpang Whoosh 30.000 per Hari di 2028

Dony menegaskan, persoalan utama Whoosh bukan terletak pada kinerja operasional, melainkan pada struktur pendanaan awal yang sarat utang akibat minimnya porsi ekuitas. Kondisi tersebut membuat beban finansial menjadi tidak seimbang jika hanya ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Menurut dia, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan keberlanjutan proyek kereta cepat tersebut, bukan sekadar menentukan bentuk intervensi yang akan diambil. “Jangan terjebak kepada bagaimana caranya. Yang penting adalah bagaimana Whoosh ini bisa berkelanjutan ke depan,” katanya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *