Mengapa Prambanan Jadi Kiblat Modif Dunia?


loading…

Penyatuan magis antara mahakarya arsitektur abad ke-9 dengan puncak teknologi otomotif modern siap mengguncang Yogyakarta akhir pekan ini. Foto: IMX

YOGYAKARTA – Candi Prambanan itu dibangun abad ke-9. Megah dan abadi. Tapi besok, Minggu 26 April 2026, kemegahan itu akan bersanding dengan sesuatu yang kontras: deru mesin dan kilap bodi mobil modifikasi.

Hitungan mundurnya sudah dimulai. Sebentar lagi. Pelataran Candi Prambanan—tepatnya di Lapangan Nandhi—akan menjadi saksi sejarah dibukanya seri perdana Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2026.

Persiapannya sudah final. 100 persen. Seluruh kolaborator sudah konfirmasi hadir. Tim dari Jepang pun sudah siap.

Ini yang menarik: antusiasme pecinta otomotif di Yogyakarta itu luar biasa. Buktinya, tiket pre-sale tahap kedua saja sudah ludes. Habis tak bersisa.

Maka, bagi Anda yang belum pegang tiket, pilihannya cuma satu: beli di lokasi (On The Spot). Harganya Rp 55.000. Itu belum termasuk biaya admin platform dan tiket masuk kawasan Candi Prambanan sendiri seharga Rp50.000.

Penjualan dibuka mulai pukul 09.00 WIB. Saran saya: datanglah lebih awal. Antrean pasti mengular.

Kenapa orang sampai segila itu?

Siasat Gofar Hilman dan Liberty Walk Jepang: Mengapa Prambanan Jadi Kiblat Modif Dunia?

Bisa jadi ini soal “Next Gen Culture”. Itulah istilah yang dipakai Andre Mulyadi, Project Director IMX. Ini bukan sekadar pameran mobil. Ini adalah pernyataan bahwa industri kreatif Indonesia sudah di level global.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *