
loading…
Hanya berselang satu hari setelah dinyatakan terbuka, Iran kembali menutup secara ketat akses pelayaran di Selat Hormuz, berikut dalihnya. Foto/Dok
Teheran berdalih langkah drastis ini adalah bentuk pertahanan diri yang sah secara hukum internasional melawan aksi ‘perompakan’ dan blokade pelabuhan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Baca Juga: Dua Kapalnya Ditembaki di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei menegaskan, bahwa jalur vital yang mengalirkan 20% pasokan minyak dunia tersebut tidak akan pernah aman selama ancaman dari negara agresor masih mengintai.
Keputusan untuk memberlakukan kembali pengawasan ketat ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, bersikeras tetap menjalankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga kesepakatan damai tercapai.
“Tidak ada jalur yang aman di perairan ini. Sebagai negara pesisir, Iran memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk mengambil tindakan terhadap apa yang kami anggap sebagai tindakan bermusuhan,” ujar Baqaei dalam wawancara dengan media pada Sabtu (18/4/2026).