Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh



loading…

Sebuah kapal tanker kecil melintas di dekat kilang minyak, di Kawasan Industri Keihin di Kawasaki, selatan Tokyo, Jepang, 17 Maret 2026. FOTO/Reuters

TOKYO – Gangguan pasokan bahan baku berbasis nafta mulai menekan sektor industri Jepang, memaksa sejumlah perusahaan memangkas produksi hingga menghentikan pesanan. Kondisi ini terjadi di tengah ketidaksesuaian antara klaim ketersediaan stok oleh pemerintah dan realitas distribusi di lapangan.

“Selama sepekan terakhir, lebih dari selusin perusahaan melaporkan gangguan pengiriman atau kenaikan harga akibat sulitnya memperoleh bahan berbasis nafta,” ujar pelaku pasar seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah

Tekanan pasokan tersebut berdampak luas pada berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga manufaktur. Perusahaan besar seperti Toto dan Asahi Kasei dilaporkan mengalami hambatan distribusi bahan penting khususnya perekat berbasis nafta yang krusial dalam proses produksi.

Produsen cat Kansai Paint juga menyesuaikan jadwal pengiriman dan menaikkan harga produk akibat keterbatasan thinner, turunan nafta yang penggunaannya diatur ketat karena tergolong bahan berbahaya.

Survei Japan Painting Contractors Association menunjukkan hanya 2,7% perusahaan yang dapat memperoleh thinner seperti biasa. Angka ini mencerminkan tekanan serius pada rantai pasok industri kimia Jepang.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *