Arab Saudi Desak AS Kembali ke Perundingan Iran saat Rute Minyak Lainnya Terancam



loading…

Kapal berada di perairan dekat Selat Hormuz. Foto/anadolu

RIYADH – Para pejabat Arab Saudi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa langkahnya untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran setelah negosiasi yang gagal dapat menjadi bumerang, memicu gangguan energi global yang lebih luas.

Trump bertujuan menekan Iran agar melonggarkan cengkeramannya atas Selat Hormuz, tetapi para pejabat Saudi dilaporkan secara aktif mendesak AS untuk kembali bernegosiasi dengan Iran karena kekhawatiran bahwa Bab al-Mandeb — yang menangani sekitar 10% pengiriman minyak mentah dan gas alam cair global — juga dapat terancam.

Kerajaan tersebut berhasil mempertahankan ekspor minyak mendekati tingkat pra-konflik dengan mengalihkan minyak mentah melalui wilayahnya ke pelabuhan Laut Merah, melewati Selat Hormuz.

Tetapi rute alternatif itu akan menjadi rentan, menempatkan sebagian besar ekspor Saudi dalam risiko, karena Iran telah memberi sinyal bahwa jika aliran minyaknya sendiri dibatasi, mereka dapat membalas dengan mengganggu jalur pelayaran utama lainnya.

Potensi pengaruh Iran terletak pada aliansi regionalnya, terutama dengan pasukan Houthi di Yaman, yang menguasai wilayah di dekat Bab al-Mandeb.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *