
loading…
Presiden AS Donald Trump perintahkan Angkatan Laut AS blokade Selat Hormuz. Iran menyatakan pasukan AS akan terperangkap dalam pusaran maut di selat tersebut. Foto/The Indian Express
Komando Angkatan Laut IRGC membuat pernyataan tersebut dalam unggahan berbahasa Persia di X pada hari Minggu. Itu sebagai respons atas perintah Presiden AS Donald Trump untuk blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.
Baca Juga: Kacau, Iran Disebut Kehilangan Jejak Ranjau-ranjau yang Disebar di Selat Hormuz
“Semua lalu lintas berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata,” bunyi unggahan komando tersebut. “Musuh akan terperangkap dalam pusaran maut di Selat [Hormuz] jika melakukan kesalahan.”
Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa Angkatan Laut AS akan segera memulai blokade untuk mencegah kapal memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah pembicaraan damai AS-Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.
Iran telah menuntut hak untuk memungut bea dari kapal yang melewati selat tersebut. Trump menjawab bahwa tidak seorang pun yang membayar bea tersebut akan “mendapatkan perjalanan aman di laut lepas”.
Amerika Serikat dan Iran telah mengadakan pembicaraan tatap muka selama 21 jam di Islamabad pada hari Sabtu hingga Minggu. Negosiasi berakhir tanpa kesepakatan, sehingga status gencatan senjata dua minggu yang rapuh menjadi tidak pasti.
“Faktanya adalah kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir,” kata Wakil Presiden AS JD Vance.