10 Ribu Unit Terjual VinFast Disetir Armada Taksi, Konsumen Pribadi Masih Ragu?



loading…

Green SM yang memonopoli angka penjualan VinFast di Indonesia, kontras dengan narasi tingginya minat generasi muda secara individu terhadap mobil listrik VF 3. Foto: Sindonews/Danang Arradian

JAKARTA – Survei akademik menyebut bahwa generasi muda kini memandang mobil listrik bukan sekadar kendaraan, melainkan sebuah lompatan identitas dan gaya hidup. Meski demikian, merek pendatang baru seperti VinFast, masih sangat kesulitan menembus dompet dan kepercayaan konsumen individu Indonesia.

Hal ini menjadi ironi ketika kita membedah studi akademik bertajuk Understanding Car Ownership Motivations among Indonesian Students.

Riset yang mensurvei 500 mahasiswa di Bandung ini merumuskan bahwa generasi muda mendambakan lima hal dari sebuah mobil: nilai simbolis, prestise, kemandirian, kenyamanan (terhindar dari panas dan hujan khas motor), serta kepedulian lingkungan.

Dalam narasi komersialnya, VinFast memosisikan diri sebagai “Juru Selamat” yang menjawab lima aspirasi tersebut.

Model mini-SUV VF 3 digadang-gadang sebagai ujung tombak untuk mendobrak transisi bagi mereka yang seumur hidup hanya mengendarai sepeda motor. Dengan radius putar kecil, panjang bodi hanya sekitar tiga meter, serta AC yang mumpuni untuk iklim tropis, VF 3 di atas kertas adalah kendaraan komuter perkotaan (entry-level) yang sempurna.

Bahkan, mereka menawarkan skema berlangganan baterai dan promo gratis biaya langganan hingga 31 Mei 2026 demi menekan biaya kepemilikan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *