
loading…
Foto: Dok. BYD
Sepanjang 2025, penetrasi kendaraan listrik (EV) di Indonesia melonjak ke 13 persen, hampir empat kali lipat dibandingkan level 2023 yang masih berada di kisaran 2–3 persen.
Momentum tersebut bahkan memuncak pada kuartal keempat 2025, ketika penjualan EV bulanan menembus lebih dari 13.000 unit dan mencatat pangsa pasar 18 persen.
Lonjakan ini tidak berdiri sendiri. Salah satu motor utamanya adalah agresivitas BYD di berbagai segmen, dari sedan hingga premium high MPV.
Sepanjang 2025, BYD Indonesia menjual lebih dari 54.000 unit dan menguasai lebih dari 52 persen pangsa pasar EV nasional.
Angka tersebut menempatkan BYD sebagai pemain EV nomor satu di Indonesia, dengan portofolio terlengkap di hampir semua segmen.
Ini bukan sekadar statistik. Dalam industri otomotif, pangsa pasar di atas 50 persen berarti kepemimpinan yang menentukan arah standar, harga, bahkan persepsi konsumen.
Rekor Global dan Skala Produksi
Di level global, BYD mencatat tonggak sejarah dengan produksi kendaraan energi baru (NEV) ke-15 juta. Sepanjang 2025, pengiriman globalnya menembus lebih dari 4,6 juta unit NEV, menjadikannya Global Sales Champion.
Untuk pertama kalinya, ekspor tahunan BYD melampaui 1 juta unit dalam satu tahun.
Skala ini krusial. Dengan volume sebesar itu, BYD memiliki daya tawar dalam rantai pasok baterai, komponen semikonduktor, hingga logistik global. Artinya, keunggulan harga di pasar seperti Indonesia bukan sekadar strategi promosi, melainkan refleksi efisiensi industri.
BYD sendiri mengklaim telah mengurangi lebih dari 125 miliar kilogram emisi karbon hingga akhir 2025—setara dengan kemampuan serapan lebih dari 2 miliar pohon.