loading…
Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie berharap ke depan tidak perlu ada lagi izin keramaian bagi kelompok minoritas untuk beribadah. Foto: Istimewa
“Balai Sarbini ini kalau hari Minggu itu diberdayakan jadi tempat ibadah. Ini menggambarkan bagaimana hausnya orang untuk beribadah, tapi enggak boleh atau sulit untuk mendapatkan izin, akhirnya nyeliplah di ruko, di mal, di mana setiap minggu harus mendapatkan dan memperbarui izin keramaian. Kita berharap semoga ke depan gak usah ada izin-izin keramaian untuk ibadah,” ucap Grace yang disambut tepuk tangan peserta Perayaan Paskah.
Meski mengakui bahwa politik seringkali dipandang negatif, Grace menyatakan politik tidak bisa dihindari karena kebijakan publik dibuat di sana. “Saya tahu bahwa politik itu bukan barang yang semua orang mau pegang. Agak-agak serem dan ngeri mungkin ya, bahkan mungkin dengan berita-berita akhir-akhir ini kita juga jadi punya mixed reviews mungkin tentang politik. Tapi siapa yang membuat Perda? Siapa yang membuat undang-undang? Ya orang-orang politik di legislatif dan eksekutif,” ujarnya.

Baca juga: Pengacara Jokowi: Restorative Justice Bagian dari Dinamika Kebenaran dalam Kasus Ijazah
.jpg)
Grace menuturkan, pada pemilihan legislatif, PSI membuka ruang dan memfasilitasi kelompok minoritas untuk ikut berkontestasi dan sebagian dari mereka terpilih. “PSI mereka diberi ruang untuk ikut berkontestasi dan akhirnya terpilih menjadi anggota legislatif tidak hanya di kantong-kantong Kristen ya tapi di banyak tempat lain,” ungkap Grace.