
loading…
Uni Eropa disebut telah terlambat 15 tahun dalam mempersiapkan diri menghadapi guncangan pasokan energi yang kini mencekik benua biru seiring memanasnya Timur Tengah usai AS bersama Israel menyerang Iran. Foto/Dok
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pengakuan Komisaris Energi UE, Dan Jorgensen, yang menyebut perang Amerika Serikat (AS)-Israel versusIran akan memberikan dampak struktural dan jangka panjang terhadap keamanan energi Eropa.
Dmitriev menilai, bahwa kegagalan Eropa dalam mengamankan pasokan energi adalah hasil dari kebijakan yang salah arah selama bertahun-tahun. Melalui unggahan di platform X, ia mengkritik keras ketergantungan UE pada ideologi tertentu yang dinilai mengabaikan realitas pasar.
Baca Juga: Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda
Ia menambahkan, bahwa Brussels sedang mempersiapkan skenario terburuk dan melihat semua kemungkinan, termasuk melepaskan cadangan minyak strategis.