Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran



loading…

Harta kekayaan Pham Nhat Vuong, pendiri Vingroup asal Vietnam menggeser posisi Prajogo Pangestu yang sebelumnya memimpin. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Konflik yang memanas di Timur Tengah menghantam kekayaan para miliarder Asia Tenggara (ASEAN), dengan nilai kerugian mencapai sekitar USD62 miliar atau setara Rp1.000 triliun sepanjang Maret 2026. Gejolak ini turut mengguncang pasar saham regional dan memicu pergeseran peta orang terkaya di kawasan.

“Sebanyak 150 miliarder ASEAN mengalami penurunan kekayaan kolektif sekitar 10% atau setara USD61,9 miliar menjadi USD549,1 miliar selama Maret,” demikian laporan yang dikutip dari Japan Times berdasarkan data Forbes, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Negara NATO Ini Tak Mau Tunduk pada AS dan China, tapi Pilih Siapkan Ekonomi Perang

Penurunan tajam tersebut dipicu pelemahan pasar ekuitas di kawasan Asia-Pasifik, seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari. Dampaknya, kepercayaan investor merosot dan tekanan jual meningkat di berbagai bursa.

Di Filipina, total kekayaan miliarder turun 11,6% menjadi USD38 miliar dari sebelumnya USD43 miliar. Kondisi ini sejalan dengan anjloknya indeks saham utama negara tersebut hingga 10% ke level 5.948.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *