
loading…
Didirikan pada 2024 oleh mantan montir bernama Zhang Xue, merek yang berpusat di Chongqing ini meledak masuk ke panggung utama global setelah menyabet kemenangan sensasional di ajang balap World Superbike (WSBK) putaran Portugal. Foto: ZXMOTO
Didirikan pada 2024 oleh mantan montir bernama Zhang Xue, merek yang berpusat di Chongqing ini meledak masuk ke panggung utama global setelah menyabet kemenangan sensasional di ajang balap World Superbike (WSBK) putaran Portugal.
Namun, di balik kisah bak drama China sang pendiri yang memulai dari nol, ada fakta bisnis yang jauh lebih mencengangkan: hanya dalam kurun waktu dua tahun, valuasi perusahaan rintisan (startup) ini telah meroket menembus angka 1 miliar Yuan, atau setara dengan USD145,36 juta (Rp2,47 triliun).
Lonjakan valuasi ini bukan sekadar gelembung spekulasi. Kokohnya stabilitas operasional menjadi fondasi utama.
Cheng Junhua, General Manager Zhejiang Venture Capital Group—yang baru saja menyuntikkan pendanaan Seri A senilai 90 juta Yuan (sekitar Rp153 miliar) pada bulan Januari lalu—memberikan analisisnya.
Dalam wawancaranya bersama Zhejiang Daily, Cheng membongkar hasil uji tuntas (due diligence) timnya.