
loading…
AS menggandakan komitmen jaminan reasuransi guna melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. FOTO/Bloomberg
“Bersama Chubb, para penjamin asuransi Amerika terkemuka ini membawa pengalaman underwriting mendalam dalam cakupan maritim dan perang maritim, memperkuat upaya kami untuk memulihkan kepercayaan dalam perdagangan maritim,” ujar CEO US International Development Finance Corp (DFC) Ben Black dalam pernyataan resminya dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/4/2026).
Baca Juga: China Tegas Salahkan AS dan Israel soal Iran Tutup Selat Hormuz
Penambahan nilai jaminan ini dimungkinkan setelah sejumlah raksasa asuransi seperti AIG, Berkshire Hathaway, Travelers, Liberty Mutual, Starr, dan CNA sepakat bergabung dengan Chubb dalam konsorsium tersebut. Keterlibatan perusahaan-perusahaan besar ini menandai upaya konkret DFC untuk meredam keguncangan pasar energi akibat tersumbatnya akses pelayaran di wilayah tersebut.
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair global. Penutupan efektif jalur ini telah memicu krisis energi luas, yang berdampak signifikan pada negara konsumen besar seperti India serta menyebabkan harga bensin di AS melambung di atas USD4 per galon.