
loading…
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak langsung terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai perpanjangan tenggat negosiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru mencerminkan kebuntuan diplomasi. “Perpanjangan tenggat bukanlah bukti keberhasilan diplomasi, melainkan gejala kebuntuan kebijakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: 10 Negara yang Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Menurut Achmad, ketidakpastian di kawasan Teluk Persia, terutama di jalur strategis Selat Hormuz, membuat pasar global tetap gelisah. Harga minyak yang bertahan tinggi menjadi indikator belum adanya solusi konkret atas konflik yang berlangsung.
Ia mengkritik pendekatan Amerika Serikat yang memadukan negosiasi dengan tekanan militer. Strategi tersebut dinilai merusak kepercayaan dan menghambat tercapainya kesepakatan yang stabil antara pihak-pihak yang berkonflik.