
loading…
Mohamed Salah yang Mengubah Wajah Islamofobia di Inggris. Foto: IST
Sejak tiba dari AS Roma pada 2017, Salah tidak hanya dikenal karena ketajamannya di lapangan. Ia juga tampil sebagai figur publik Muslim yang konsisten menunjukkan identitasnya secara terbuka—mulai dari berdoa sebelum laga hingga melakukan sujud syukur usai mencetak gol.
Di tengah stigma Islam di sebagian Eropa, kehadiran Salah memberi wajah berbeda. Ia menunjukkan bahwa identitas agama tidak menjadi penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi positif di masyarakat.
Dampaknya bahkan tercatat dalam penelitian akademik. Studi dari Universitas Stanford menemukan bahwa sejak Salah bermain di Liga Inggris, angka kejahatan terhadap Muslim di Inggris menurun signifikan. Salah satu faktor yang disebut adalah meningkatnya penerimaan publik terhadap sosok Muslim melalui figur yang mereka kagumi di sepak bola.