Mengapa Menyewa Mobil Listrik Lebih Masuk Akal di 2026?



loading…

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyerahkan unit pertama layanan Hyundai Subscribe kepada pelanggan, menandai pergeseran pasar otomotif dari kepemilikan aset menuju fleksibilitas penggunaan berbasis biaya bulana

JAKARTA – Di 2026, memaksakan diri membeli mobil listrik (EV) mungkin mulai terlihat sebagai langkah finansial yang kurang bijak. Ketika teknologi baterai berkembang terlalu cepat dan nilai jual kembali masih menjadi misteri, menyewa atau berlangganan justru menjadi hal baru yang lebih masuk akal bagi konsumen urban.

Fenomena ini terekam dalam riset Hyundai Solusi Mobilitas bersama Deloitte, yang menunjukkan lonjakan minat masyarakat Indonesia terhadap model langganan kendaraan dari 49 persen menjadi 72 persen hanya dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi pergeseran ini, PT Hyundai Solusi Mobilitas (HSM) secara resmi mengekspansi layanan Hyundai Subscribe ke ranah individu (B2C), menawarkan cara memiliki mobil tanpa harus “memiliki” beban asetnya.

Mengapa menyewa mobil listrik lebih masuk akal di 2026? Jawabannya ada pada mitigasi risiko. Mobil listrik seperti Ioniq 5, Ioniq 5 N, atau Kona Electric yang ditawarkan dalam program ini memiliki siklus teknologi yang sangat cepat.

Dengan berlangganan, konsumen terbebas dari kekhawatiran depresiasi harga jual kembali yang drastis.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *