
loading…
Praktisi kebijakan publik menilai ketimpangan antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam aspek penyeimbangan keuangan, berpotensi memunculkan berbagai persoalan nasional. Foto/Dok
Menurutnya, porsi penyeimbangan keuangan antara pusat dan daerah saat ini masih terlalu kecil sehingga memicu ketidakseimbangan dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kita menyeimbangkan kebijakan pusat dan daerah pun penyeimbangan keuangan itu terlalu kecil, ketidakseimbangan ini menciptakan banyak hal yang akan kita ada ke depan,” kata Dr. Riant dalam diskusi bersama Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Minggu (16/3) malam.
Baca Juga: Menilik Hubungan Keuangan Pusat-Daerah, Arah Desentralisasi Fiskal Dinilai Tak Jelas
Ia mencontohkan sejumlah persoalan di daerah yang menurutnya berkaitan dengan ketidakseimbangan kebijakan tersebut, termasuk dinamika pembangunan di Papua serta penanganan bencana banjir bandang di wilayah Sumatra. Riant menilai, pemerintah pusat seharusnya menjalankan peran sebagai pengarah utama yang bersifat koordinatif, bukan sekadar memberi instruksi kepada daerah.