
loading…
Konsumsi BBM diproyeksikan melonjak 12%, sedangkan konsumsi avtur diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 2,8%. Foto/Dok
“Proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode posko ini diperkirakan gasoline akan naik sekitar 12 persen dari kondisi normal, sedangkan gasoil akan turun sekitar 14,5 persen dari kondisi normal. Adapun avtur diperkirakan akan naik 2,8 persen dan kerosene naik 4,2 persen,” ujar Erika dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Konsumsi BBM Nonsubsidi Pertamina Meningkat, Pertamax Naik 20%
Selain itu, konsumsi gasoil atau solar diproyeksikan mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Penurunan konsumsi solar ini diperkirakan tembus 14,5%, sejalan dengan menurunnya aktivitas industri pada periode tersebut.
Sementara untuk menjaga pasokan energi selama periode angkutan lebaran 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi membentuk Posko Nasional Sektor ESDM. Posko yang berpusat di Gedung BPH Migas ini akan beroperasi selama 20 hari, terhitung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026.
Baca Juga: Dampak Berantai Kenaikan Harga BBM Menjelang Lebaran 2026 Jadi Sorotan
Erika menyebut, BPH Migas dan Pertamina telah menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU) di seluruh Indonesia. Fasilitas tambahan juga disiapkan di wilayah-wilayah dengan permintaan tinggi.
“Secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman, baik gasoline, gasoil, kerosene maupun avtur,” pungkasnya.
(akr)