
loading…
RS EMC Grha Kedoya dan Siemens Healthineers Indonesia menyambut kunjungan Dr. Klaas Pieter Koopmans, dokter spesialis kedokteran nuklir dari UMCG, Belanda. Foto/istimewa
Program ini mempertemukan dokter spesialis kedokteran nuklir, radiolog, onkolog, serta dokter spesialis untuk saling bertukar wawasan klinis dan mengeksplorasi perkembangan pemanfaatan PET/CT dalam praktik pelayanan kesehatan modern.
Kunjungan selama dua hari tersebut mencakup diskusi kasus klinis, sesi pembacaan hasil gambar (image reading) PET/CT secara langsung, serta workshop dan seminar ilmiah mengenai pemanfaatan PET/CT dalam bidang onkologi maupun aplikasi lain seperti kardiologi, neurologi, penyakit infeksi dan inflamasi lain. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung adopsi klinis molecular imaging, memperkuat jalur rujukan pasien, serta berkontribusi pada pengembangan layanan molecular imaging jangka panjang di RS EMC Grha Kedoya. Kolaborasi ini juga melanjutkan pencapaian penting RS EMC Grha Kedoya dengan hadirnya Biograph Vision Quadra PET/CT dari Siemens Healthineers, sebuah sistem PET/CT total-body tercanggih dan yang pertama di Asia.
Dengan sensitivitas yang sangat tinggi serta kemampuan menangkap informasi molekuler secara detail pada seluruh tubuh secara simultan, Biograph Vision Quadra memungkinkan proses pemindaian yang lebih cepat (hanya 4 menit) dan akurasi diagnosis yang lebih tinggi, dengan dosis 50% lebih rendah dari PET/CT lainnya. Kapabilitas ini membantu dokter dalam mendeteksi penyakit lebih dini, menentukan stadium kanker dengan lebih presisi, serta memantau respons terapi secara lebih efektif.
“Kehadiran sistem Biograph Vision Quadra PET/CT di RS EMC Grha Kedoya merupakan langkah penting dalam pengembangan molecular imaging di Indonesia,” kata dr. Henry Andrean selaku Direktur RS EMC Grha Kedoya.