
Menteri Imigrasi Australia, Tony Burke, menyatakan lima pemain tersebut telah dipindahkan ke lokasi aman dengan bantuan kepolisian setempat sebelum proses visa kemanusiaan mereka disetujui.
Kelima pemain yang menerima perlindungan tersebut adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.
“Mereka ingin menegaskan bahwa mereka bukan aktivis politik. Mereka adalah atlet yang hanya ingin merasa aman,” kata Burke.
Berawal dari Aksi Protes Lagu Kebangsaan
Kontroversi muncul setelah para pemain Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga melawan Korea Selatan. Tindakan tersebut memicu kritik keras di Iran.
Seorang komentator konservatif bahkan menyebut mereka sebagai “pengkhianat di masa perang” dan mendesak adanya hukuman berat.
Situasi itu membuat para pendukung khawatir keselamatan para pemain terancam jika mereka kembali ke Iran. Para pemain awalnya dijadwalkan pulang setelah turnamen berakhir.