Kenapa Para Pemimpin Iran Lebih Takut Menyerah Dibandingkan Berperang?



loading…

Para pemimpin Iran lebih takut menyerah dibandingkan berperang. Foto/X/@SprinterPress

TEHERAN – Trita Parsi, salah satu pendiri Quincy Institute for Responsible Statecraft, mengatakan ia percaya strategi AS dan Israel di Iran adalah membunuh sebanyak mungkin pemimpin senior hingga seseorang menerima penyerahan diri.

Namun ia mengatakan ini adalah kesalahan perhitungan.

Kenapa Para Pemimpin Iran Lebih Takut Menyerah Dibandingkan Berperang?

1. Iran Tak Bisa Ditakut-takuti

Trump mengira dengan membawa kapal induk ke Teluk, “ini akan cukup menakut-nakuti Iran untuk membuat mereka menyerah, tanpa memahami bahwa teokrasi khusus ini lebih takut menyerah daripada takut berperang,” kata Parsi kepada Al Jazeera.

Ini karena pemerintah Iran percaya mereka dapat bertahan dalam perang, tetapi mereka tidak akan mampu bertahan jika menyerah.

2. Harus Benar-benar Menghandurkan Negara

Untuk menemukan seseorang yang bersedia menyerah “pada dasarnya akan membutuhkan, bukan hanya menyingkirkan lapisan demi lapisan kepemimpinan, tetapi benar-benar menghancurkan negara secara keseluruhan,” katanya.

3. Memberi Pelajaran Berharga kepada AS

“Dan pemerintahan Trump tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, bahkan jika itu dapat dicapai. Dan selama waktu itu, strategi Iran adalah untuk menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin pada Amerika Serikat, pada pasukan AS, pada ekonomi global, pada negara-negara tetangga, pada pasar global, agar hal ini menjadi terlalu mahal bagi Trump untuk mencoba melakukannya,” papar Parsi.

(ahm)



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *