Sentuhan yang Tak Terlihat, Awal Petaka Kapal Cumi



loading…

Bang Robby Purba Kembali menghadirkan kisah Angga Dika, seorang ABK kapal cumi yang dua kali hampir kehilangan nyawanya di tengah lautan. Foto: Tangkapan layar YouTube

JAKARTA – Dalam episode terbaru Bisikan Gaib kali ini, Bang Robby Purba Kembali menghadirkan kisah Angga Dika, yang merupakan seorang ABK kapal cumi yang dua kali hampir kehilangan nyawanya di tengah lautan hening Kalimantan. Peristiwa ini bukan hanya soal ombak dan badai yang memberikan banyak hambatan, tetapi juga ada campur tangan hal-hal tak kasat mata didalamnya.

Angga menceritakan momen menegangkan yang dialaminya ketika ia tiba-tiba merasa “terpanggil” untuk berenang menuju sebuah pulau kecil di sekitar lokasi kapal bersandar. Dalam kondisi setengah sadar, Angga lompat ke laut pada pukul 00.30 dini hari. Setelah tubuhnya yang tak dapat dikontrolmya itu menyentuh air, Angga sontak tersadar untuk kedua kalinya. Angga tersadar bahwa terlempar jauh dari kapal, di pertemuan arus air tawar dan laut yang deras.

Dalam kondisi lemas dan hanyut, Angga bahkan sempat pasrah. “Kalau memang meninggal, yang penting jasad saya ditemukan,” ujarnya. Pada saat-saat krusial itu, Angga hanya memikirkan satu hal, di mana agar orang tuanya tahu keberadaannya jika ia berpulang nantinya.

Nasib masih berpihak pada Angga, sebuah kapal lain yang terlambat bersandar melihatnya dan berusaha membantunya dengan melemparkan tali. Dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan hingga hampir tak mampu berbicara, Angga berhasil diselamatkan meski dalam kondisi yang cukup menyedihkan.

Namun kejadian-kejadian aneh ini tidak cukup berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, saat memancing di haluan kapal, Angga kembali jatuh ke laut. Kali ini terasa ada sosok yang mendorongnya jelas dari belakang, bukan hanya sekedar terpeleset. Ombak besar dan arus deras menyeretnya kembali kearah lambung kapal. Angga berusha menahan dan mengunakan tangannya untuk menahan tubuhnya. Tangannya harus masuk ke lubang pembuangan air yang dipenuhi karang tajam untuk bertahan hidup.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *