
loading…
Terralogiq, Premier Partner Google menghadirkan inovasi Geocoding Generasi Berikutnya dari Google Maps Platform. FOTO/dok.SindoNews
Chief Technology Officer Terralogiq Farry Argoebie memaparkan contoh kasus, di mana banyak orang yang memesan layanan antar, namun pengemudi kesulitan menemukan gerbang masuk yang tepat. Atau, bahkan lebih buruk lagi, armada logistik terjebak banjir karena peta tidak menunjukkan titik aman evakuasi secara spesifik.
“Di tengah cuaca ekstrem dan kompleksitas geografi Indonesia, akurasi lokasi bukan lagi sekadar navigasi, melainkan penentu keselamatan dan efisiensi bisnis,” ungkap Farry melalui keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Nadiem Heran Pertemuan dengan Google Dianggap Bermufakat Jahat
Farry mengatakan, geocoding tradisional seringkali hanya menempatkan pin di tengah bangunan saja atau di jalan utama. Padahal, seringkali kurir atau tim operasional harus membuang waktu hanya untuk mencari tahu di sisi mana pintu masuk sebuah kompleks gudang atau perkantoran berada.