Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun



loading…

Whoosh kembali menjadi perhatian setelah BPK mengungkap potensi kerugian keuangan WIKA. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali menjadi perhatian setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap potensi kerugian keuangan yang dialami PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencapai Rp2,27 triliun.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai perlu dilakukan monitoring dan evaluasi mendalam guna menangkal potensi kejanggalan dalam proyek tersebut.

“Menurut saya semua proyek pengadaan fisik berpotensi menimbulkan korupsi, tidak hanya Whoosh, tetapi juga jalan tol, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan lain-lain,” katanya saat dihubungi pada Senin (23/2/2026).

Baca Juga: APBN Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun, Ekonom: Efeknya Puluhan Tahun

Ia menjelaskan pengawasan dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku. Langkah tersebut dinilai bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi adanya penyimpangan. “Mudah ngeceknya, bandingkan saja dengan kualitas barang yang diterima dengan harga pasar yang ada,” lanjutnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *