
loading…
Whoosh kembali menjadi perhatian setelah BPK mengungkap potensi kerugian keuangan WIKA. FOTO/dok.SindoNews
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai perlu dilakukan monitoring dan evaluasi mendalam guna menangkal potensi kejanggalan dalam proyek tersebut.
“Menurut saya semua proyek pengadaan fisik berpotensi menimbulkan korupsi, tidak hanya Whoosh, tetapi juga jalan tol, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan lain-lain,” katanya saat dihubungi pada Senin (23/2/2026).
Baca Juga: APBN Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun, Ekonom: Efeknya Puluhan Tahun
Ia menjelaskan pengawasan dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku. Langkah tersebut dinilai bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi adanya penyimpangan. “Mudah ngeceknya, bandingkan saja dengan kualitas barang yang diterima dengan harga pasar yang ada,” lanjutnya.