Pertamina Pastikan Impor Energi Rp253 Triliun dari AS Melalui Tender Terbuka



loading…

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menegaskan impor energi senilai USD15 miliar atau setara Rp253 triliun per tahun dari Amerika Serikat (AS) akan dilakukan melalui mekanisme tender dan bidding terbuka bukan penunjukan langsung. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Washington DC pada Jumat (20/2), menyusul penandatanganan perjanjian perdagangan resiprokal antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump sehari sebelumnya.

“Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa melalui mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka,” ungkap Simon dalam konferensi pers secara virtual bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Efek Beli BBM dan LPG AS Rp253 Triliun, Indonesia Kurangi Impor dari Negara Ini

Komitmen impor energi tersebut merupakan bagian dari perjanjian dagang Indonesia-AS yang memangkas tarif resiprokal menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Berdasarkan dokumen yang dirilis Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), impor energi tersebut terdiri dari bensin olahan senilai USD7 miliar, minyak mentah senilai USD4,5 miliar, dan LPG senilai USD3,5 miliar.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *