
loading…
Melalui perjanjian perdagangan bilateral Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru saja disepakati Indonesia dan AS, diyakini bakal menjadi pelindung bagi 4 juta pekerja di sektor tekstil. Foto/Dok
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Perjanjian Perdagangan Resiprokal mengusung filosofi win-win solution. “Manfaatnya harus dirasakan oleh rakyat Indonesia dan juga rakyat Amerika Serikat,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi! Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Tarif 1.819 Produk Jadi 0%
Lantas, apa saja poin penting yang berhasil diamankan Indonesia dalam perjanjian ini? berikut rangkumannya:
1. Ekspor RI ke AS Kini Tanpa Pajak (Tarif 0%)
Indonesia sukses mengamankan 1.819 pos tarif ekspor ke Amerika Serikat dengan tarif 0%. Ini adalah angin segar bagi para pengusaha dan petani lokal. Produk-produk yang kini bebas bea masuk ke pasar AS antara lain ada beberapa komoditas unggulan, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet.
Selanjutnya ada teknologi dan manufaktur, yakni Komponen elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Sedangkan dari sektor tekstil, melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), produk tekstil dan apparel Indonesia kini bisa bersaing lebih kuat dengan tarif 0%.