5 Fakta Salat Tarawih di Gaza, dari Masjid yang Hancur hingga hingga Drone Israel yang Terus Beterbangan



loading…

Warga Gaza menggelar salat tarawih di masjid yang hancur. Foto/Anadolu

GAZA – Saat senja menyelimuti Gaza pada hari Selasa, barisan jamaah berdiri untuk salat bukan di dalam masjid, tetapi di atas reruntuhannya.

Untuk pertama kalinya sejak perang Israel selama dua tahun di wilayah tersebut berakhir, warga Palestina menandai awal bulan suci Ramadhan di bawah gencatan senjata yang rapuh, melaksanakan salat Tarawih di halaman-halaman yang dipenuhi puing-puing dan di tempat-tempat salat darurat yang terbuat dari lembaran nilon dan papan kayu.

5 Fakta Salat Tarawih di Gaza, dari Masjid yang Hancur hingga hingga Drone Israel yang Terus Beterbangan

1. Ribuan Masjid Hancur

Banyak masjid di seluruh wilayah tersebut sudah tidak ada lagi.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, lebih dari 1.015 masjid hancur atau rusak selama perang. Setidaknya 835 masjid rata dengan tanah, sementara puluhan lainnya masih berdiri sebagian sebagai reruntuhan dari apa yang dulunya merupakan pusat berkumpul bagi lingkungan mereka.

Sebagai pengganti kubah dan menara, kini tergantung terpal plastik. Sebagai pengganti lantai marmer, para jamaah berlutut di atas beton dan pasir yang tidak rata.

2. Drone Berputar-putar saat Jemaah Sedang Salat

Drone pengintai Israel terus berputar-putar di atas beberapa bagian wilayah tersebut saat salat dimulai, lapor seorang koresponden Anadolu, yang menggarisbawahi ketenangan rapuh yang terjadi setelah berbulan-bulan pemboman.

Kembali ke Masjid Al-Omari yang Bersejarah di Gaza

Di Kota Tua Gaza, warga kembali ke Masjid Al-Omari yang bersejarah, salah satu masjid terbesar dan tertua di Palestina. Pertama kali didirikan lebih dari 14 abad yang lalu, masjid tersebut mengalami kehancuran hampir total dalam pemboman yang didokumentasikan pada Desember 2023.

Sebagian struktur sejak itu ditutupi dengan material sementara untuk memungkinkan akses terbatas bagi para jamaah.

Meskipun kerusakannya luas, ratusan orang berkumpul di sana untuk salat Maghrib.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *