Rekor! Angka Kematian DBD di Indonesia Turun ke 0,4 Persen, Target Nol Kematian 2030 Kian Nyata



loading…

Demam berdarah rawan menyerang anak-anak. Foto: HealthHub

JAKARTA – Di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai belahan dunia, Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya penyelamatan nyawa.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi mengatakan Indonesia telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dalam manajemen klinis penyakit dengue. Meski penyakit ini masih menyebar, kualitas penanganan medis dan peran aktif masyarakat terbukti mampu mencegah dampak yang lebih fatal bagi para pasien.

Case Fatality Rate (CFR) atau jumlah orang yang meninggal karena sakit-pada kasus Demam Berdarah Dengue menurun secara konsisten dari 0,9% pada tahun 2021, menjadi rekor terendah sebesar 0,4% pada tahun 2025.

Baca Juga : Anak-Anak Rentan Terjangkit DBD di Musim Hujan, IDAI Sarankan Segera Vaksin

“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,” ungkap Asnawi dalam keterangan resmi.

Capaian positif ini tidak lepas dari keberanian Indonesia dalam mengadopsi teknologi kesehatan terbaru dan penguatan aksi di tingkat akar rumput. Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus yang cukup tajam pada tahun 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia berhasil melakukan pemulihan cepat di tahun 2025 melalui strategi yang lebih proaktif dan adaptif.

Lebih lanjut, Asnawi menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka fatalitas ini merupakan buah manis dari kerja keras para petugas medis serta relawan di lapangan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *