loading…
Raksasa otomotif China, Changan, memamerkan Deepal So7 dan Lumin di ajang IIMS 2026. Foto: Sindonews/Danang Arradian
Di balik statusnya sebagai merek yang baru memperkenalkan diri pada November 2025, Changan membawa bekal pengalaman produksi lebih dari 40 tahun dan catatan rekor produksi global yang menembus 30 juta unit kendaraan pada Desember 2025.
Kepercayaan diri Changan lahir dari investasi masif pada riset dan pengembangan (R&D) yang mencakup 10 lokasi di enam negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, Jepang, dan Jerman.
Strategi “Third Business Venture” yang mereka usung kini membuahkan hasil berupa penguasaan teknologi tingkat tinggi di sektor elektrifikasi (Green) dan kecerdasan buatan (Intelligent).

Logika manufaktur yang mereka terapkan sangat lugas: setiap unit yang lahir harus sanggup bertahan selama 10 tahun pemakaian atau menempuh jarak hingga 260.000 kilometer.
“Changan membawa kekuatan riset global dan pengalaman industri lebih dari 160 tahun untuk memastikan setiap konsumen di Indonesia menerima teknologi terbaik yang terbukti di seluruh dunia,” tutur Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Upaya ini diperkuat dengan langkah strategis perakitan lokal secara completely knocked down (CKD) melalui fasilitas manufaktur Indomobil Group guna memastikan standar kualitas global dapat diakses melalui rantai pasok lokal yang efisien.