
loading…
Sembilan finalis KDI Top 9 bersaing ketat. Foto: MNCTV
Bagi para finalis, panggung KDI bukan sekadar tempat bernyanyi. Ini adalah ruang pembuktian, tempat mimpi, doa keluarga, dan harapan masa depan dipertaruhkan.
Vizza dari Jember tumbuh dalam keterbatasan dan belajar bertahan sejak usia dini. Demi ibunya dan adik-adiknya, ia berjuang tanpa lelah, menjadikan setiap penampilannya sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada keluarga.
Jordi asal Kampar harus hidup jauh dari orang tua. Kemandirian yang ia bangun sejak muda membentuk keteguhan langkahnya untuk membuktikan bahwa mimpi tidak pernah sia-sia.
Intan Putri dari Lampung tumbuh dari keluarga pekerja keras. Perjuangan sang ayah dan doa orang tua menjadi pijakan kuat baginya untuk melangkah dengan penuh keyakinan di setiap panggung.
Tama Alif, juga dari Lampung, membawa mimpi sederhana namun dalam, ingin melihat senyum bahagia ayah dan ibunya terwujud lewat keberhasilannya di KDI.
Sementara itu, Bela dari Mukomuko menyanyikan setiap lagu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan demi masa depan adiknya. Raini dari Pekalongan tumbuh dalam kehangatan cinta ibu dan musik, menjadikan hubungan keluarga sebagai kekuatan utama dalam perjalanan mimpinya.