
loading…
Pihak berwenang Jepang menyita kapal penangkap ikan China dan menangkap kaptennya. Foto/Kyodo
Pada November lalu, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi membuat marah China dengan menyatakan bahwa Tokyo akan melakukan intervensi militer jika Beijing berupaya merebut Taiwan dengan kekerasan.
Baca Juga: Sang Iron Lady Sanae Takaichi Menang Telak Pemilu Jepang, Bakal Terus Melawan China?
“Kapten kapal diperintahkan untuk berhenti guna diperiksa oleh inspektur perikanan, tetapi kapal tersebut gagal mematuhi dan melarikan diri,” kata badan perikanan Jepang dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat (13/2/2026).
“Akibatnya, kapten kapal ditangkap pada hari yang sama,” lanjut pernyataan tersebut.
Insiden ini terjadi di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki, 89,4 mil laut (165 kilometer) selatan-barat daya pulau Meshima.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2022 badan tersebut menyita kapal penangkap ikan China.
Kapten kapal dalam insiden terbaru ini adalah warga negara China berusia 47 tahun. Ada 11 orang di atas kapal termasuk kapten.
China memiliki sejumlah sengketa teritorial dengan Jepang, dan telah terjadi insiden berulang di sekitar Kepulauan Senkaku, yang dikenal di China sebagai Diaoyu.