
loading…
Ilustrasi. FOTO/Istimewa
“Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular di dunia. Data global menunjukkan bahwa pada tahun 2022, kanker menyebabkan sekitar 9,7 juta kematian, dan jumlah kasus diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa dekade ke depan,” tulis manajemen Prodia dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Inovasi Terbaru Prodia Bidik Pasar Healthtech yang Tumbuh Pesat
Di Indonesia, beban penyakit ini terus merangkak naik dengan catatan lebih dari 400 ribu kasus baru dan angka kematian mencapai 240 ribu jiwa per tahun menurut data GLOBOCAN 2022. Fenomena ini menempatkan kanker payudara, kanker serviks, dan kanker prostat sebagai prioritas dalam strategi skrining rutin karena memiliki proporsi tertinggi di tengah masyarakat.
Secara bisnis, penyediaan layanan skrining ini menjadi solusi atas tantangan minimnya gejala awal kanker yang sering kali membuat pasien baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Prodia menilai skrining berbasis laboratorium memberikan gambaran objektif bagi konsumen untuk melakukan pemantauan kesehatan yang lebih tepat, terukur, dan terencana sebelum muncul keluhan klinis yang berat.